Minggu, 28 Agustus 2016

PAKAN ALAMI SPIRULINA



       Pakan alami sangat dibutuhkan oleh benih ikan untuk melangsungkan hidupnya. Fungsi utama pakan adalah untuk kelangsungan hidup dan pertumbuhan. Pakan yang dimakan oleh ikan pertama-tama digunakan untuk kelangsungan/mempertahankan hidupnya dan kelebihannya akan dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Selama ini jenis pakan yang banyak digunakan adalah pakan buatan. Sebagai pakan benih ikan, jenis pakan buatan mempunyai banyak kekurangan dibandingkan pakan alami. Komponen penyusun pakan alami lebih lengkap sehingga ikan cenderung lebih menyukai pakan alami. Selain itu tidak membahayakan pemangsa. Kebutuhan pakan alami ini semakin sulit terpenuhi, karena pembudidaya ikan belum memahami teknik kultur pakan alami. Oleh karena itu baru beberapa pengusaha yang menanamkan modalnya secara khusus dalam produksi pakan ikan alami. Berbeda dengan pakan buatan yang lebih praktis dan mudah pengerjaannya sehingga banyak pembudidaya ikan menggunakannya meskipun sebenarnya kurang baik atau sering membahayakan untuk pembenihan larva udang maupun ikan. Kelemahan pakan buatan adalah kurang menarik pemangsa karena lama-lama tidak mengambang/melayang di air. Disamping itu apabila tidak habis dapat membahayakan ikan dan udang peliharaan, serta perairan menjadi tercemar. Kultur pakan alami Spirulina dapat dilakukan oleh para pembudidaya dengan mudah dan tidak memerlukan lahan yang luas. Pengembangan pakan alami mempunyai beberapa keuntungan, diantaranya karena mikroalga mudah dikultur, ukuran sesuai mulut larva/ikan pemangsa, pergerakan mampu memberikan rangsangan bagi pemangsa untuk memakannya, mampu berkembang biak dengan cepat dalam waktu relatif singkat sehingga ketersediaannya dapat terjamin sepanjang waktu.
       
A. Kandungan Spirulina

   Spirulina merupakan mikroalga yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan alami benih ikan. Alga ini mempunyai kandungan gizi yang tinggi, yaitu protein yang bisa mencapai 70 % dari berat keringnya sehingga dapat menjadi alternatif bagi makanan kesehatan. Dalam dunia perikanan, mikroalga ini telah banyak dijual dalam bentuk tepung dan produk-produk makanan olahan. Tepung seperti ini sudah diproduksi secara komersial di California, Israel, Jepang, Taiwan, dan juga Mexico. 
Ciri-ciri Spirulina 
  • Mikroalga hijau kebiruan 
  • Sel berkoloni dan membentuk filamen terpilin yang menyerupai spiral/helig 
  • Mengandung berbagai zat gizi seperti Protein dapat mencapai 72 %, Lipid 8%, Karbohidrat 16%, Vitamin B1, B2, B6, B12, C, niasin, β karotin, Kandungan asam amino yang cukup seimbang, mengandung salah satu asam lemak esensial yaitu asam γ-linoleat (GLA), yang merupakan asam lemak majemuk. 
       Spirulina adalah alga hijau biru yang berbentuk spiral yang memiliki panjang sel adalah 300-500 mikron atau sekitar ½ milimeter sehingga tidak dapat dilihat dengan kasat mata. Spirulina dapat hidup di kolam yang hangat dan sedikit mengandung garam. Dia tumbuh sangat cepat dan merupakan salah satu penghasil oksigen di planet ini. Tumbuhan satu sel yang sangat sederhana ini adalah satu komponen utama dari rantai makanan dan kehidupan di planet ini. Sebagai makanan sehat yang seimbang, spirulina berfungsi untuk mencegah penyakit dan mempercepat penyembuhan. Spirulina bersifat sangat alkali sehingga dapat membantu memperbaiki keseimbangan pH basa pada sel tubuh. 
       Dalam sebuah referensi dinyatakan bahwa ganggang spirulina memiliki kandungan nutrisi dengan komposisi sebagai berikut : 
  • 60 – 70% Protein 
  • 20 – 25% Karbohidrat 
  • 3 – 5% Lemak 
  • 5 – 8% Mineral dan Vitamin 
  • 2 – 5% Air 
       Pigmen Spirulina menyediakan semua asam amino yang diperlukan tubuh dan dalam bentuk tersebut 5 kali lebih mudah untuk dicerna dibanding dengan protein kedelai. Spirulina mengandung 8 asam amino essensial dan 10 asam amino non essensial. Spirulina mengandung lipopolisakarida sebesar 1,5% bobot keringnya, kandungan lipopolisakarida inilah yang menjadikan Spirulina digunakan sebagai immunostimulan yang potensial dalam meningkatkan respon kekebalan tubuh pada ikan. Dinding Spirulina kaya akan muco-protein meningkatkan lapisan mukus pada kulit ikan yang menyebabkan sirip ikan lebih sehat, meningkatkan resistensi/peradangan kulit terhadap serangan penyakit. 
       
B. Spirulina Untuk Ikan Hias

       Manfaat lain dari mikroalga Spirulina adalah sebagai pakan zooplankton/larva udang atau ikan dan hewan-hewan kecil lainnya. Di Jepang Spirulina diberikan pada ikan mas koki dan ikan hias lainnya untuk meningkatkan kualitas warna ikan hias tersebut. Hingga saat ini di Indonesia belum terdapat pembudidayaan spirulina skala massal yang dilakukan oleh pembudidaya ikan untuk kepentingan pakan alami. Menurut Prof Nyoman Kabinwa, Periset Spirulina, perairan Indonesia meliputi perairan tawar, payau, dan laut berpotensial untuk pengembangan ganggang hijau biru. Manfaat penambahan Spirulina pada makanan ikan adalah mencerahkan warna ikan, menaikan pertumbuhan rata-rata. Sementara bagi ikan konsumsi sprirulina berpengaruh pada bau dari ikan tersebut, Ikan memberikan respon kepada rasa spirulina dan membuat ikan lebih berdaging. Ikan akan tumbuh lebih cepat, rasanya lebih enak, dan mencegah penyakit. Pada spesies ikan tropis, spirulina merupakan bagian yang penting dalam kandungan makanan. 
Lima manfaat spirulina untuk kesehatan ikan adalah sebagai berikut :
  1. Spirulina mengandung vitamin dan mineral. 
  2. Spirulina kaya akan muco protein baik untuk kesehatan kulit. 
  3. Kandungan phycocyanin yang dapat mengurangi obesitas dan membuat ikan menjadi lebih sehat. 
  4. Kandungan asam lemak yang berguna untuk pertumbuhan organ. 
  5. Spirulina mengandung zat pewarna natural seperti carotenoids. 
       Dengan memberi spirulina, ikan tropis akan menjadi lebih indah, sehat, dan dapat hidup lebih lama. Pada ikan koi, yang kaya akan warna, seringkali dijumpai makanan koi dengan label “Spirulina Added”. Spirulina menjadi sesuatu yang tidak asing lagi bagi penggemar koi. Spirulina merupakan ganggang biru-hijau yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kecemerlangan pada ikan. Spirulina merupakan ganggang biru-hijau yang memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kecemerlangan pada Ikan Koi, karena itu lazim dipakai sebagai tambahan makanan Ikan Koi. Sampai sekarang Spirulina menjadi suplemen utama dalam makanan penambah warna pada Ikan Koi. Kecemerlangan dan ketebalan warna Ikan Koi dipengaruhi oleh jumlah sel-sel pigmen warna yang berada dibawah kulit Ikan Koi. Jumlah sel-sel ini akan berubah sesuai dengan kondisi lingkungan dan makanan yang dikonsumsi. Konsumsi makanan yang mengandung zat-zat warna ini akan membantu mencemerlangkan dan mencerahkan warna Ikan Koi. Selain makanan faktor lingkungan seperti air kolam koi juga ikut mempengaruhi kecemerlangan dan kecerahan warna koi. Semestinya hal ini juga berlaku pada jenis ikan hias lainnya, misalnya pada cupang hias. 

C. Kultur Spirulina

       Mikroalga bersel silindris dengan dinding selnya yang tipis ini memiliki potensi pengembangan yang lebih besar dibandingkan dengan tumbuhan tingkat tinggi. Mikroalga Spirulina dapat mudah dikembangkan dengan lebih cepat dan praktis. Pengembangan dilakukan menurut dimensi volume, berbeda dengan tumbuhan tingkat tinggi yang saat ini masih dikembangkan dalam dimensi luas. Pemanfaatan luas lahan yang sama, dapat memberikan efisiensi yang lebih besar bagi pembudidayaan mikroalga. Selain itu dengan daur hidupnya yang pendek mikroalga Spirulina mampu berkembang biak dalam waktu yang singkat, dapat dipanen sekitar 3-7 hari setelah inokulasi. Sedangkan tumbuhan tingkat tinggi, misalnya padi paling cepat membutuhkan waktu sekitar 100 hari untuk dapat dipanen. Kultur Spirulina dibagi menjadi tiga tahap, yaitu isolasi atau pembuatan stok murni diruang alga. Sedangkan perbanyakan kultur Spirulina skala laboratriun dilakukan di Laboratorium Biologi. Dan kultur skala semi massal dan massal dilakukan oleh para pembudidaya. 
Kultur dilakukan secara bertahap : 
  • Dimulai dari kultur skala laboratorium volume 500-1000 ml dengan pemberian bibit Spirulina sebanyak 1/3 dari air media. 
  • Setelah bibit (inokulan) dimasukkan ke dalam botol kultur yang berisi air media, diberi aerasi (udara) agar Spirulina dapat berkembang dengan cepat. Suhu ruangan diusahakan stabil sekitar 23oC - 24oC
  • Sebagai sumber cahaya untuk berlangsungnya fotosintesis digunakan lampu TL-40 watt dengan intenitas cahaya 3.000-4.500 lux. 
  • Penggantian media air dilakukan 4-5 hari sekali. Yaitu dimana Spirulina sedang dalam masa pertumbuhan, ditandai secara visual dengan warna air yang sesuai dengan pigmentasi sel Spirulina yang dikultur. 
  • Kultur skala laboratorium dilakukan secara bertahap hingga volume 2-5 Liter. Tahapan ini juga bisa dimulai dari kultur skala semi massal mulai dari volume 20 liter hingga 100 liter. 
  • Wadah I terbuat dari ember berukuran 25 liter dan wadah II terbuat dari bak plastik berukuran 120 liter. 
  • Air yang digunakan untuk kultur harus disterilisasi dulu dengan cara air yang akan digunakan disaring sebelumnya dengan screen, lalu ditambahkan chlorin 60 mg/L selama minimal 1 jam dan dinetralisir dengan larutan Na-Thiosulfat 20 mg/L untuk menghilangkan sisa-sisa chlorin dalam air hingga bau chlorin hilang. 
  • Air steril dimasukan pada wadah I, kemudian di masukan inokulum sekitar 1 / 20 bagian dari total volume atau untuk 20 liter air datambahkan sekitar 4 liter Spirulina. 
  • Inokulum dipupuk menggunakan media CFTR (2) yakni berasal dari komposisi NPK (17:17:17 atau 15:15:15) 1.000 mg, TSP 100 mg, MgSO4 50 mg, dan NaHCO3 4000 mg. 
  • Pencahayaan hanya mengandalkan cahaya matahari pada siang hari. Pada keadaan tertentu dimana cahaya matahari kurang memadai, dapat menggunakan lampu TL atau lampu sorot. 
  • Aerasi dijaga jangan sampai mati, karena hal itu akan menghambat pertumbuhan Spirulina dan dapat menyebabkan kematian.

oleh Mahmud Efendi, A.Md (Penyuluh Perikanan Parakan)


dipublikasikan ulang oleh :
 Laila Nurmala Dewi
14/365146/PN/13702
Teknologi Hasil Perikanan
      
Pertanianku – Udang Galah merupakan salah satu jenis udang yang termasuk dalam spesies Macrobrachium rosenbergi. Udang galah memiliki ciri-ciri fisik yang lebih besar dari jenisudang lainnya. Udang galah biasanya hidup di daerah perairan air tawar yang dangkal. Udang galah termasuk dalam filum Arthropoda kelas Crutacea bangsa Decapoda dan suku Paleamonidae.

Teknik Tepat Pembibitan Udang Galah

Udang galah umumnya hidup di daerah perairan air tawar.Udang galah memiliki ciri khas yaitu memiliki kelapa yang berbentuk kerucut, restrum melebar pada bagian ujungnya, bentuk udang galah memanjang dan melengkung ke atas.Pada bagian atas udang galah terdapat gigi seperti gergaji berjumlah dua belas buah dan bagian bawah sebelas buah.Udang galah jantan biasanya memiliki ciri-ciri seperti memiliki tubuh besar dan kuat serta mempunyai capit yang besar dan tubuh yang panjang. Bagian perutnya lebih ramping dari pada udang galah betina. Kepala udang galah jantan terlihat lebih besar dibandingkan dengan udang galah betina. Alat kelamin udang galah jantan terdapat pada pangkal kaki udah galah galah yang kelima.

Sebagaimana jenis hewan lain yang termasuk dalam famili Palamonidae, udang galah mempunyai badan yang terdiri atas bagian kepala dan dada (cephalotorax), badan (abdomen), dan ekor (uropoda). Kulit keras membungkus area cephalotorax dengan rostrum atau tonjolan karapas bergerigi yang terletak di area kepala. Rostrum pada bagian atas berjumlah 11–13 buah dan bagian bawah berjumlah 8–14 buah.

Udang jantan mempunyai kaki jalan yang tumbuh dengan ukuran yang cukup besar dan panjang. Panjang pasangan kaki tersebut bisa mencapai 1,5 kali panjang badan udang galah itu sendiri. Pasangan kaki jalan ini bisa digunakan sebagai pembanding antara udang galah betina dan jantan karena ukuran kaki jalan udang galah betina relatif lebih pendek dan kecil. Berikut telnik pembibitan udang galah.

Seleksi induk udang galah
Hal pertama yang harus dilakukan untuk pembibitan udang galah adalah mendapatkan hasil benih udang galah dengan kualitas tinggi, pemijahan harus dilakukan dengan induk yang berkualitas pula. Induk udang galah sebaiknya dipilih dengan beberapa persyaratan. Induk dipilih dengan umur antara 8–20 bulan. Induk betina dipilih dengan ukuran minimal 40 gram sementara induk jantan dipilih dengan ukuran minimal 50 gram.

Induk dari pembibitan udah galah harus dipilih dari udang galah yang sudah matang telur paling tidak dua kali dengan jumlah telur yang dihasilkan cukup banyak. Udang galah yang cocok dijadikan indukan adalah udang galah dengan badan yang bersih dan bebas dari berbagai kotoran termasuk parasit. Indukan juga sebaiknya dipilih dari udang dengan tipe pertumbuhan yang cepat.

Perawatan indukan
Induk jantan dan betina dalam proses perawatan induk harus dipelihara di tempat terpisah. Tempat pemeliharaan udang galah indukan berupa bak atau kolam perawatan yang terbuat dari beton dengan kedalaman 80–100 cm. Kepadatan udang galah dalam setiap meter perseginya hanya empat ekor. Pada tahap ini, pemberian pakan berupa pelet dilakukan sebanyak 5% dari berat udang galah. Pelet yang dipilih mengandung 30% protein.

Pemijahan
Udang galah secara alami siap memijah sepanjang tahun dan biasanya terjadi pada malam hari. Udang galah yang siap pijah terlihat dari warna merah oranye gonad yang menyebar ke seluruh bagian hingga bagian cephalotorax. Pemijahan biasanya diawali dengan pergantian kulit pada udang galah betina. Proses perkawinan induk baru dimulai saat udang galah betina sudah kembali ke keadaan semula.

Proses pemijahan dilakukan dalam kolam pemijahan dari tanah, bak beton, serat kaca, maupun akuarium dengan kepadatan empat ekor setiap meter perseginya dengan komposisi jantan dan betina 1:3. Proses pemijahan biasanya terjadi selama 21 tahun dan selama proses ini, pelet yang mengandung 30% protein diberikan empat kali sehari berat sejumlah 5% dari berat udang galah.

Penetasan
Proses penyortiran induk dilakuan dengan memilih induk yang memiliki telur berwarna abu-abu dan kemudian diberi perlakuan dengan merendam induk tersebut ke dalam larutan Methylene Blue dengan ukuran 1,5 mg per liter selama 25 menit. Dalam proses penetasan telur udang galah, kolam penetasan dan pemeliharaan diisi dengan air payau dengan salinitas 3–5 ppt. Untuk setiap bak dengan ukuran 1x1x0,5 meter persegi, 25 ekor induk dimasukkan. Agar kulitas air terjaga, makanan yang diberikan berupa potongan kecil kentang, ubi, atau singkong. Telur akan menetas setelah 6–12 jam dengan suhu yang dijaga pada 28–30°C.

Perawatan larva
Larva udang galah dipelihara dalam bak bulat. Ukuran pakan harus disesuaikan dengan ukuran mulut larva. Pada hari ketiga setelah menetas, Nauplii artemia diberikan sebagai pakan setiap tiga jam. Pada fase ini, salinitas air dijaga pada level 10–12 ppt dan 25–50% air diganti setiap harinya. Sebelumnya, media ini harus dibersihkan dengan disiphon.

Larva tersebut akan berkembang menjadi juvenil atau juwana. Pada fase ini, salinitas air diturunkan hingga 0 ppt secara bertahap. Setelah menjadi juwana, udang galah bisa dipindahkan dari kakaban ke kolam pembesaran.

Sumber :
http://www.pertanianku.com/teknik-tepat-pembibitan-udang-galah/
Danang adi w
14/369618/pn/13932

Sabtu, 27 Agustus 2016

Telur Asin Herbal Rasa Udang



Telur Asin Herbal Rasa Udang
Publikasi ulang oleh: Adnan Widodo-13534-A 5.1-VII
Ambar, yang mempunyai nama lengkap Ambar Turatminah dan lahir tahun 1955, berperawakan kecil mungil. Ia patut diacungi jempol untuk semangatnya membangun usaha dan berbisnis. Meski sebelumnya pernah mengalami jatuh bangun dalam berusaha, seperti ditipu atau dibohongi, namun dia terus mencari upaya untuk bisa bangkit lagi. Ambar dipercaya teman dan tetangganya untuk memimpin Kelompok Tani Candi Jaya yang berlokasi di kelurahan Semper Timur, Jakarta Utara. Semula usaha yang ditekuni bersama kelompoknya adalah beternak telur burung puyuh dan beternak bebek. Oleh karena wabah flu burung dan pelarangan beternak unggas di DKI pada tahun 2006 maka Ambar dan teman-temannya mengembangkan olahan telur asin dan jus aneka buah. 
berulangkali Ambar kecewa karena  dagangan telur asinnya yang rasa udang, yang dikenal sangat enak, ditolak oleh pelanggannya karena alasan kesehatan.
“Maaf, sekarang saya nggak mau lagi makan telur Ibu.”
”Lho biasanya ibu memborong telur saya, apa telur saya ada yang bermasalah?”
“Telur ibu sih nggak ada masalah tetapi badan saya yang bermasalah. Gara-gara keenakan makan telur kholestrol saya melejit tinggi. Dokter melarang saya makan telur dan makanan yang berlemak. Coba ibu bikin telur yang rendah kholestrol, pasti saya borong!”

Penolakan sebagian pelanggannya karena alasan kesehatan membuat Ambar, ibu tiga anak ini, terus merenung dan berusaha mencari solusi pemecahannya. Bagaimana caranya membuat telur rendah kolesterol? Pada umumnya telur bebek mengandung kholestrol cukup tinggi. Ambar ingin agar dagangan telurnya bisa tetap enak tetapi aman bagi kesehatan.
Dia belajar dari sahabatnya yang memproduksi obat herbal dan produksi obat herbal untuk kolesterol bisa menggunakan daun salam, akar alang-alang, teh hijau. Akhirnya Ambar berinovasi dan membuat eksperimen proses pembuatan telurnya ditambahkan rebusan daun salam dan akar alang-alang.

Campuran Tanah Liat dan Garam Bungkus Telur Asinnya
Tidak cukup sampai di situ, dia lalu membawa telur hasil eksperimennya ke laboratorium kesehatan masyarakat IPB Bogor untuk mengetahui kandungan lemak dan kholestrolnya. Meski harus mengeluarkan modal tidak sedikit namun feeling-nya mengatakan hasil penelitiannya akan menjadi kunci keberhasilan. Telur asin hasil karyanya akan menjadi telur yang unik sekaligus menarik.
Ternyata kesimpulan hasil penelitiannya benar-benar fantastic. Kalau telur biasa kandungan kolestrolnya sampai 100mg/dL, hasil olahan barunya kini tinggal 4mg/dL Selain itu, kandungan lemaknya turun cukup signifikan. Lemak telur biasa pada umumnya 13,6gr bisa ditekan jadi 5,24gr. Keistimewaan lain, telur asin hasil produksinya kini mengandung Omega 3gr hingga 214,3gr dan kandungan betakarotene mencapai 380. Setelah mengetahui hasil penelitian telurnya, Ambar sekarang bisa memproduksi telur asin yang memiliki keistimewaan selain bercita rasa udang juga aman bagi penderi kolesterol.

Dagangannya Jadi Laris Manis 
Siapa pun pasti akan memilih makanan yang aman bagi kesehatan tapi rasanya enak. Kesaksian salah satu pelanggan barunya yang tinggal di Bandung, pak Fauzi Rachmanto: ”Telur asinnya benar-benar uenak dan rasa asinnya pas banget. Anak saya begitu udah coba sekali makan langsung dua butir. Saya biasanya kalau makan telur dibuang kuningnya karena takut kolestrol sekarang berani makan kuningnya karena tahu telur ini rendah kholestrol.”
Pengolahan produknya dikerjakan oleh beberapa anak remaja putus sekolah dan ibu-ibu rumah tangga yang tinggal di dekat rumahnya. Ambar dengan sabar mengajarkan keterampilan membuat telur asin dan jus buah. Selanjutnya dia mendelegasikan tugasnya ke teman-teman kelompok untuk berfokus kepada pemasaran door to door. Ambar memang lincah bergerak ke sana ke mari dan luwes dalam pergaulan sehingga dagangannya laris manis. Untuk meningkatkan wawasan dan ketrampilannya, Ambar juga bergabung aktif di organisasi KTNA DKI Jaya, selain itu aktif juga di kegiatan PKK, Posyandu dan kelompok pengajian di lingkungannya.
Omset penjualan telur asin non-kholesterolnya makin hari makin meningkat, terlihat dari bertambahnya produksi. Kalau semula dalam sebulan produksinya hanya 200 butir kini per hari bisa 200 sampai 300 butir, hingga dalam satu bulan produksinya bisa mencapai 7 ribuan butir. Pelanggannya termasuk berbagai restoran di wilayah DKI.
Kadang kala produksinya menurun karena kelangkaan telur bebek yang berkualitas. Untuk menjaga ketersediaan bahan bakunya kini terus melakukan kerjasama dengan kelompok tani Karya Makmur Jakarta Timur pimpinan H. Djarkasih, peternak bebek yang menghasilkan telur rasa udang. Dari sinilah Ambar bisa menghasilkan telur asin yang gurihnya seperti udang. H. Djarkasih menggunakan pakan bebek berupa kepala dan kulit udang  hasil limbah produsen makanan berbahan baku udang.
Telur asin rasa udang produksi Ambar memperoleh nilai tambah dari pengolahan herbal alami yang membuatnya rendah kadar lemak dan kholestrol. Ini membuka kemungkinan telur asin Ibu Ambar bisa dikonsumsi oleh lebih banyak orang, termasuk mereka yang ‘takut gemuk’. Telur buatannya dinyatakan baik dikonsumsi anak balita karena mengandung betakarotene sangat tinggi, terbukti dari hasil penelitian yang dilakukannya di laboratorium Kesehatan Masyarakat IPB Bogor.
Kendala utama yang dihadapi oleh Ambar adalah mempertahankan kualitas telur asin yang berkualitas karena keterbatasan dana dan SDM. Seringkali Ambar kebingungan kalau ada pesanan dalam jumlah besar. Kadangkala anggota kelompoknya kurang menyadari pentingnya menjaga kualitas. Sebagian anggota kurang teliti atau teledor tidak mengikuti prosedur pembuatan yang sudah digariskan. Makanya Ambar harus sering mengingatkan dan mengontrol sendiri secara ketat proses produksinya. Kadangkala ada saatnya kesulitan bahan baku karena produksi telur temannya sedang menurun akibat kelangkaan bahan pakan bebek. Kendala yang lain apabila ada anggotanya yang mempunyai masalah rumah tangga atau salah paham antar teman. Ambar dengan bijak harus turun tangan membantu mencarikan solusinya atau bertindak sebagai penengah. Kadang kala Ambar harus rela mengeluarkan uang pribadi untuk membantu para anggotanya yang kesulitan keuangan untuk membayar iuran sekolah anak-anak mereka. 
Kegiatan Kelompok Tani Candi Jaya dibawah pimpinan Ambar, selain membuat telur asin, juga mempunyai usaha pembuatan jus aneka buah. Jus buah unggulannya adalah jus jambu biji merah yang sangat bermanfaat untuk penderita demam berdarah. Jusnya sering dipesan pasien-pasien dari berbagai rumah sakit karena keaslian bahan bakunya.
Subarkah, suaminya, dan anak-anaknya sangat mendukung kegiatan Ambar karena bisa membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga. Bahkan dari hasil jerih payahnya ini bisa membiayai dana kebutuhan sekolah ketiga anaknya. Dua anaknya sudah lulus sarjana. Puterinya yang sulung berhasil lulus sarjana ekonomi S2 dan kini sudah mempunyai pekerjaan yang mapan. Anak kedua berhasil menjadi dokter berdinas di Pemda DKI dan kini memperdalam spesialis anak. Anak ketiganya masih kuliah.
Ambar terus bersemangat memajukan usahanya bersama temen-temen kelompok taninya, untuk go international. Pemda DKI Jakarta melalui suku dinas peternakan Jakarta Utara selalu memberikan bimbingan teknis dan fasilitas promosi ke berbagai pameran baik di wilayah DKI maupun di luar kota. Bagi Ambar tiada hari tanpa belajar untuk semakin mendapatkan kepercayaan masyarakat. Impiannya adalah kelak bisa keliling Indonesia, bahkan dunia, berjualan telur asin rasa udang rendah kholestrol.

Keunggulan Telur Asin Herbal
 Ada beberapa keunggulan dari telur asin herbal ini dibandingkan dengan telur asin lainnya, antara lain:
  • Bebas formalin
  • Tanpa mengunakan vaksin dan hormon
  • Telur asin herbal tidak menimbulkan alergi dan bisul
  • Telur yang digunakan adalah telur segar
  • Kuning telur lebih besar dan kenyal
  • Tidak  berbau anyir
  • Mengandung DHA yang tinggi untuk jantung dan baik untuk mata
  • Mengandung Omega 3
  • Total kolesterol yang dikandung 400 gram/100 telur (lebih rendah dari telur asin lainnya yang 1000 gram/100 telur)
  • Mengandung Anti Oksidan Beta Karoten 380 gram/100 telur.
Cara Memilih Telur Bebek Yang Baik
Untuk menghasilkan telur asin yang berkualitas, tentu membutuhkan bahan baku berkualitas. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih telur bebek/ itik yang baik untuk membuat telur asin.
  1. Pilih telur bebek yang baru ditelurkan paling lambat 4 hari setelah ditelurkan, karena bila lewat 4 hari kualitas telur sudah tidak baik.
  2. Pilih telur yang memiliki kulit telur yang bersih dan berwarna mulus.
  3. Jika diteropong sambil digerak-gerakan akan tampak kuning telur didalamnya. Bila terlihat jernih, rongga kantung udaranya kecil, kuning telur terletak di tengah dan tidak ternoda, itu artinya telur tersebut baik. Namun jika kuning telur bergeser, putih telurnya encer, dan terdapat noda warna tua di dalam kuning telur, hal tersebut menandakan telur itu telur rusak.
  4. Telur bebek yang baik adalah jika direndam kedalam air, telur akan tenggelam sedangkan bila telur tersebut jelek, maka akan terapung.
Telur asin rasanya akan lebih enak, jika bebeknya diberi makan udang, atau limbah udang seperti kepala atau kulit udang. Hasilnya kuning telur akan berwarna lebih oranye, lebih gurih, seperti udang.

Bahan-Bahan Membuat Telur Asin herbal
Selain bahan baku berupa telur bebek, dibutuhkan beberapa bahan pendukung untuk mengasinkan telur, seperti:
  • Tanah merah atau tumbukan batu bata merah,
  • Garam
  • Gula merah
  • Daun salam
  • Teh hijau
  • Kayu secang
  • Daun jambu batu
  • Ginseng
  • Akar alang-alang dan
  • Daun dewa.
Sedangkan untuk peralatan yang perlu dipersiapkan adalah panci besar untuk merebus, peti kayu atau plastik polybag besar untuk tempat mengasinkan telur.

Proses pembuatan
Pertama telur dicuci hingga besih dari kotoran dengan air mengalir.
Langkah berikutnya adalah membuat racikan herbal dengan cara merebus:
  • 10 lembar daun salam
  • 2 sendok teh hijau
  • ½ ons kayu secang
  • 10 lembar daun jambu batu
  • ½ ons akar alang-alang
  • 1 lembar daun dewa
  • 3 liter air
  • Serta beberapa tanaman lainnya
Takaran tersebut bisa digunakan untuk kurang lebih 100 butir telur bebek. Rebus racikan herbal sebanyak 1 liter. Setelah itu, air herbal hasil rebusan dicampurkan dengan:
  • 1 kg tanah merah
  • 1 kg garam
  • ½ kg gula merah
Lalu kemudian masak sampai mendidih. Setelah mendidih diamkan adonan tersebut hingga dingin, setelah dingin adonan tersebut dilulurkan keseluruh telur bebek hingga merata. Telur asin yang sudah dilulurkan, diletakkan pada peti kayu ditutup plastik polybag besar selama 15 hari. Setelah 15 hari, bersihkan telur dari adonan hingga bersih, lalu rebus selama beberapa menit hingga matang.
Dengan proses tersebut, dapat menghasilkan telur asin dengan mutu yang baik, warna telur yang lebih menarik, serta citarasa yang lebih enak, dan berkurangnya kandungan kolesterol. Harus diperhatikan dalam proses pembuatan adalah saat mencuci telur.
Jika telur tidak dicuci dengan bersih maka biasanya kotoran dapat mempengaruhi rasa telur, begitu juga bila takaran herbal tidak sesuai maka rasa dan khasiat telur asin herbal rasa udang akan terpengaruh sehingga tidak sesuai dengan yang diinginkan.

Pemasaran
Target pasar untuk telur asin ini bisa masuk ke semua kalangan, terutama mereka yang peduli kesehatan. Karena harganya lebih mahal, seharga Rp 4.000,00 per butir, pemasaran bisa ke kalangan rumah tangga kelas menengah keatas, restoran, hotel bahkan supermarket. Untuk menawarkan telur asin herbal rasa udang ini bisa dilakukan dengan cara door to door (ditawarkan secara langsung) atau menggunakan media internet. Penawaran secara langsung atau door to door biasa dilakukan oleh pelaku usaha pemula karena cara ini dianggap lebih efektif. Sedangkan untuk penggunaan media internet biasa dilakukan oleh pelaku usaha untuk memperluas pasar hingga keluar kota bahkan keluar daerah.
Telur asin herbal rasa udang ini bisa dibilang produk baru yang masih sangat jarang pelakunya sehingga persaingan usaha telur asin herbal, sepi pesaing. Saingan utamanya tentu saja telur asin biasa, yang harganya lebih murah, karena tidak membutuhkan bahan herbal tambahan.
Pada kalangan bawah yang sensitif harga dan tidak begitu peduli pada manfaat kesehatan, produk ini kurang bisa masuk. Oleh karena itu, upaya dan keunggulannya, serta upaya edukasi pasar harus lebih gencar dilakukan.


Sumber:
Cahyani, Nur. 2013. Telur Asin Herbal Rasa Udang. http://ditaraditya04.blogspot.co.id/2013/11/telur-asin-herbal-rasa-udang.html. Diakses pada Sabtu, 27 Agustus 2016, 22:30 WIB.